Rabu, 18 Desember 2013

Ketika kesadaran belum juga menyadarkan

Siang itu panas sekali, dan lagi lagi aku harus menunggu lama. Bukankah penantian itu membosankan? ya sangat membosankan, dan inilah yang aku rasakan saat ini. Duduk termenung di depan sekolah dan bingung apa yang akan kulakukan. Seperti biasanya jika hanya sendirian, aku hanya melamun. Lamunan yang sengaja kulakukan itu telah membuatku terbang hingga menuju ke suatu topik, yaitu "masa depan". entah apa yang membuatku memikirkan masa depan. Hmmm itu sesuatu yang wajar untuk remaja yang akan menghadapi ujian nasional.

Aku telah membayangkan betapa asyik nya masa depanku. masa depan yang ada di lamunanku, masa depan yang sangat ku inginkan. kali ini lamunanku berbeda. bukan masa depan yang aku menjadi member girls generation atau aku akan menjadi pacarnya sehun exo atau aku menjadi park shin hye yang bisa bermain drama bersama lee min ho seperti yang biasanya aku bicarakan dengan teman temanku. aku sadar akan kemustahilan dari semua mimpi itu. dan bagiku mimpi hanyalah mimpi, dan impian lah yang harus kita perjuangkan untuk menjadi kenyataan.

Setelah lama menunggu, akhirnya kakak ku -yang selalu lupa membawa handphone nya dan selalu santai- tiba dengan motor mio J nya untuk menjemputku. Huaah! akhirnya kulit ku ini akan terkena hembusan angin  motor yang dilaju ngebut setelah terbakar sinar matahari.

Hari ini sabtu, itu artinya besok senin aku akan bertempur, ULANGAN AKHIR SEMESTER!!!!! Seperti biasa, hari sabtu dari jam 02.30-17.45 aku harus mengikuti bimbingan belajar yang menurutku cukup membantu; membantu tambah teman, membantu mendownload apk, lagu, game dll di android ku karena disana ada wifi, membantu aku lebih mudah jika ingin jajan takoyaki (tinggal minta kakak untuk mampir), membantu ku menambah followers di twitter, membantuku tau bahwa anak smp lain banyak yang pinter sehingga aku sadar bahwa persaingan sangat ketat, dan membantuku untuk lebih memahami pelajaran. Tidak berbeda dari biasanya jika di les, aku mendengarkan guru, mengobrol, menggambar, jajan, wifi-an, shalat, mempasrahkan diri jika soal nya susah  dan yaaa begitulah, tidak teralu berpengaruh dengan nilai akademikku

Setelah pulang aku menyadari bahwa selama ini aku tidak pernah belajar serius. hampir ketika ulangan aku tidak pernah belajar. Entah kenapa selalu banyak godaan, mulai dari pertandingan bola di tv (paling sering), ngantuk, tidur, sakit perut karena haid, niat belajar malah dengerin musik dan akhirnya bukan nya belajar malah jadi nyanyi, online, sms-an, menggambar komik, baca komik, baca novel, ngikut kakak nonton korea, ikut papa nonton tv, pokoknya banyak sekali.. dan itu semua sulit untuk dihindari. Memang suasana rumah sering tidak mendukung untuk aku belajar! misalnya lagi mendukung aja, eeh sodara dateng. nasib nasib! nah.. itu semua tentu membuat nilaiku diambang nasib, antara hidup dan mati, yaa setidaknya rankingku selalu diatas 11 besar kelas. Itu sudah bersyukur, bayangkan saja dari keseharianku yang sangat tidak mencerminkan anak rajin dan cerdas.

Malam itu juga aku menyusun strategi tempur ku yang sangat berkelas, tapi apa gunanya jika tidak dilaksanakan? semua strategi yang telah aku susun semalaman itu terbuang sia sia. Selama ujian aku tatap tidak fokus, masih tergoda dengan godaan godaan sialan itu! dan inilah yang dinamakan kesadaran yang belum menyadarkan. Aku sadar jika yang aku lakukan semua itu salah, tapi aku tidak memperbaikinya. Penyesalan terjadi lebih awal dari biasanya. Membaca soal ujian penyesalan nya sudah datang. Tapi aku tak mau seperti anak anak yang jauh lebih parah dari aku, mencontek dan curang bagiku itu euuh sekali. Aku tetap pada prinsipku untuk jujur. Aku menjawab setiap soal hanya dibekali oleh otak kosong, yang tak tau apa apa. Tapi apa yang kita dapat sama dengan apa yang kita tanam. Aku hanya bisa tersenyum dan berkata "berapapun nilainya yang penting hasil kerja ku sendiri. aku cukup bangga! lain kali aku tidak boleh hanya mengandalkan kejujuran, tetapi juga`kecerdasan. Sepanjang kita punya tekad untuk menang maka hal itu akan terjadi" #keepsmile

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Let's read this too

Whisper of The Heart